Chan Yeol Juntak

Minggu, 28 Januari 2018

Tetapi Besok Saja

Waktu :      Masa Kini   Tempat :    Ruangan Rapat di Neraka
Pemeran :   Iblis 1 (Lusifer)                               Iblis 2 (Pandaiblis)
               Iblis 3 (Dansablis)                       Iblis 4 (Seksiblis)
               Iblis 5 (Bodoblis)                       Iblis 6 (Tuablis)

Latar Belakang Panggung :   Ada spanduk yang tertulis ‘Konferensi Strategi Para Iblis’ di belakang, dan ada sebuah kursi di tengah. Musik yang menakutkan,  mulai dengan asap.

Iblis 1   : Ha, ha, ha….. Kalian tahu siapa aku ini?  Dulu aku pernah bertanding sama dengan Allah dan hampir mengusai seluruh Sorga. Memang aku sudah kalah dan jatuh ke tempat kegelapan ini.  Mmmm, aku masih benci dan sedang merencanakan  balas dendam dengan cara menggoda manusia, ciptaanNya yang paling dikasihi Nya.  
             Siapa ini?  Betul, namaku Lusifer, Iblis dari segala Iblis ……..  Aku menjelma menjadi ular dan menggoda Hawa sehingga, dia makan buah yang dilarang, bersama suaminya. Aku menggoda anak sulung, Kain sehingga adiknya dipukul mati dengan batu. Akulah Pemenang sekarang, karena pengikutku lebih banyak daripada Tuhan Allah, musuhku. Akulah yang paling sibuk di langit dan  di bumi. Mungkin di sini juga ada ha,ha…
Iblis 2   : Abang Lusifer, aku baru pulang.
Iblis 1   : Oh .. Pandai. Dari mana kamu?
Iblis 2   : Dari mana lagi, bang?  Tentu saja dari bumi …...
Iblis 1   : Kamu adalah adikku yang paling pandai antara saudara ku! Bagaimana hasil tugasmu? Apakah kamu sudah menangkan banyak orang pintar?
Iblis 2   : Tentu sajah, Pak. IQ-ku jauh lebih tinggi, otakku lebih cepat berjalan dari manusia. Aku kan yang membut ahli-ahli pengetahuan sehingga mereka menciptakan  teori evolusi dan teori lain-lain.
Iblis 1   : Lalu?
Iblis 2   : Mereka mulai percaya kepada akal manusia saja. Akhirnya, mereka tidak percaya kepada Tuhan Allah. 
Iblis 1   : Kamu benar-benar pandai!
Iblis 3   : (muncul sambil berdansa) Abang Lusifer, apakah abang kersepian selama aku tidak ada di sini?
Iblis 1   : Gimana tahu?
Iblis 3   : Itulah pekerjaanku. Sudah biasa mencari orang kesepian. (masih berdansa)
Iblis 1   : Berhenti! Jangan putar-putar! Aku pusing. Laporlah hasilmu dari dunia!
Iblis 3   : Aku memakai bakatku dan menciptakan dansa romantik.
Iblis 1   : Dansa? Terus!
Iblis 3   : Akhirnya, manusia lebih suka berdansa daripada memuji Tuhan. Mereka makin suka berdansa, makin berdosa.
Iblis 1   : Hahaha… Very good! Aku ingat kamu malas belajar tetapi selalu berdansa sewaktu belajar di Sekolah Iblis. Aku khwatir kamu tidak berhasil. Ternyata bakatmu telah dipakai. Berarti setiap bakat kita bisa dipakai sebagai senjata kita.
Iblis 2   : Betul, Tuan.  Tidak ada satu metode yang mutlak tetapi setiap metode dan bakat bisa dimafaatkan untuk memisahkan manusia dari kemuliaan Allah.
Iblis 1   : Artinya, setiap anggota kita dipakai untuk melawan Allah. Ngomong-omong sudah lama aku rindu si seksiblis. Dimana dia? 
Iblis 4   : (cara jalan seksi) Abaaang… maaf…Aku sedikit terlambat.
Iblis 1   : Oh.. sayangku.  Apakah susah payah di bumi? ….Kasihan…
Iblis 4   : Ya… tidak gampang tetapi aku rela berkorban untuk melayanimu dan Susah payahku ini tidak mustahil tapi membawa kemenangan buat kita. Aku mau cerita bagaimana aku bekerja di bumi , aku tawarkan yang indah-indah buat semua orang khususnya laki-laki…ha…aha..
Iblis 1   : Terus …..bagaimana!
Iblis 4   : Aku memanfaatkan pandangan menteri. Berarti mata duitan. Aku membisik kepada manusia. Yang kelihatan adalah nyata yang tidak kelihatan adalah bayangan saja. Jadi mereka mulai bertambah mata duitan. Yang kuat  lebih berkuasa di bumi itu.
Iblis 1   : Akhirnya?
Iblis 4   : Gara-gara duit itu, mereka mulai cemburu antara keluarga, membenci antara saudara,bertengkar antara famili, berkelahi sesama tetangga dan berperang antara suku dan bangsa….   sehingga dunia itu makin dingin, dan  kacau….
Iblis 1   : Wah… Kamu sudah menggoncangkan dunia itu.. kamu sudah menciptakan suasana kerajaan kita di dalam dunia manusia.
Iblis 4   : Ya, tapi bukan karena aku pintar tapi Bapak memberikan kuasanya….
Iblis 1   : Kamu  sungguh menyenangkan hatiku sayang ha…ha  ha…..
Iblis 5   : (Sambil berbuat bising dan berseru,lalu mucul) Saudara..Saudara..! Selamat…Natal!
Iblis 1   : Selamat Natal? Kamu bodoh ! Gara-gara Natal Yesus, kita pusing …
             Sudah……. Saya mau buka sidang kita saat ini.
Iblis 5   : Aduh…mulutku ini belum bertobat. Maaf, Bos.. karena aku baru pulang.  Dari dunia yang mulai merayakan hari Natal .
Iblis 1   : Udahlah! Ngomong-ngomong ada hasil dari bumi itu?
Iblis 5   : Tentu sajah! Aku bawa Berita baik…. 
Iblis 1   : Aduh aku pusing lagi, mendengar kata, ‘Berita baik.’ Pantasan kamu  disebut si bodoh.’ Kamu dahulu juga bodoh, sekarang juga tetap bodoh sampai selama-lamanya tetap  saja bodoh.
Iblis 5   : Ya, itulah aku, bos. Hihihi…

Iblis 1   : Ngomong-omong apa kabarmu baik?
Iblis 5   : Semua orang Kristen di dunia itu mengkhianati Yesus dan mau percaya agama - agama kita. Itulah berita utama di dunia  sana.
Iblis-iblis          : (semua berseru dan berjogget) horee…horee!
Iblis 5   : Tetapi ada berita buruk…
Iblis 1   : Kabar buruk? Apa itu?
Iblis 5   : Apa yang telah dikatakan tadi adalah bohong.
Iblis 1   : (marah) Apa? Bohong? Jangan mengejek Iblis yang baik seperti kami. Itu dosa. Mulutmu makin besar dan Nanti masuk neraka! 
Iblis 5   : Mulutku memang lebih besar daripada orang lain, ei, salah lagi, daripada Iblis lain. Jadi aku kan lebih seksi.
Iblis 1   : Makin sakit kepala ku! Karena kebodohanmu, pasti tidak ada hasil di Bumi
Iblis 5   : Salah, bos. Banyak orang sesat dari kebenaran Tuhan, karena aku. 
Iblis 1   : Bohong lagi ?
Iblis 5   : Betul, aku bersumpah demi nama tuhan bapa kita.
Iblis 1   : Gimana caramu?
Iblis 5   : Gampang aja.  Aku kan mempunyai roh kebodohan yang kekal. Itulah dibagikan kepada manusia sehingga mereka tersesat dari Tuhan Allah, aku membuat banyak aliran sesat dalam agama, termasuk agama Kristen.    
Iblis 1   : Ha,haha…Bagus..Bagus..Alangkah bahagia hari ini karena   kebodohanmupun  telah dipakai bagi kemenangan kita. Kebanyakan orang di dunia itu memjadi umpan kita kecuali orang Kristen. Mereka menjadi duri di dalam mataku.
Iblis 5   : Kasihan bosku? Biar aku cabut duri dari matanyahuh..huh..(meniup)
Iblis 1   : Lepaskan tanganmu dari mataku, si bodoh asli ini!(mendorong) Jangan dekat lagi, kalau dekat, aku akan menghapuskan namamu dari silsilah kita! ( tarik nafas) Aduh aku lupa? Hei si pandai, sampai mana aku ceritakan tadi?
Iblis 2   : Sampai duri di dalam mata, bos!
Iblis 1   : Betul, duri dalam mataku adalah orang kristen yang sungguh-sungguh. Kita berusaha supaya manusia jatuh dalam dosa dan menjadi budak kita mereka mendekati memberitakan Kabar Baik, yaitu kematian dan kebangkitan Yesus, sehingga hamba-hamba kita menjadi anak-anak musuh kita. Apakah ada rahasia atau strategi bahwa kita bisa memacing mereka? Bagaimana caranya mereka menjadi murid kita? Itulah tema yang harus kita berbincang-bincang di dalam sidang ini. Mari kita mulai sidang! (ketuk tiga kali) Dengan hormat, aku mengundang Bapak Tuablis yang sudah pensiun untuk doa pembukaan. 
 Iblis 6   : Bapa lusifer yang di Neraka, diagungkanlah engkau, datanglah kerajaanmu, di bumi seperti di neraka. Jadikanlah kami menjadi hamba yang semakin setia biarlah pengikutmu semakin bertambah, sehingga kejahatan di bumi semakin merajalela,  sehingga manusia jatuh ke pelukanmu. Janganlah selaki-kali melepaskan kami, tetapi jadikanlah kami pengoda-pengoda manusia yang mahir. Untuk itu saat ini  kami mengadakan rapat iblis dan rapat ini kami serahkan ke tangan Lusifer. Hiduplah Lusifer, yang setia kepada tuan kita, Lusifer, katakan noamen.
Iblis 1   : Mari kita mengucapkan slogan kita sebelum membahas topik kita.
Iblis 2   : Jadilah orang yang suka mencari kuasa politik di dalam gereja, karena akan memperoleh mahkota Lusifer.
Iblis 3   : Jadilah orang yang suka marah, karena akan menjadi warga negara Neraka.
Iblis 4   : Jadilah orang yang tidak mau memberikan persembahan kepada Tuhan, karena akan  menjadi hamba Lusifer.
Iblis 5   : Jadilah orang yang mengasihi Kristus, tetapi hanya di mulut saja, karena mereka akan menjadi murid Iblis.
Iblis 6   : Jadilah orang yang suka menindas orang miskin, karena mereka akan memperoleh hadiah di Neraka.
Iblis 2   : Jadilah orang yang tidak punya waktu untuk berdoa, karena mereka akan menjadi panglima di Neraka.
Iblis 3   : Jadilah orang tidak sabar, karena akan mempunyai kerajaan Neraka.
Iblis-iblis :  Hahahaha……
Iblis 1   : Saatnya kita sekarang membahas, bagaimana menghancurkan oraang Kristen! 
Iblis 5   : Bos, gampang saja. Bunuh saja orang Kristen.
Iblis 1   : Sudah pernah. Syahid-syahidnya menjadi biji-biji pertumbuhan Gereja.
Iblis 4   : Kalau begitu, pukul saja.
Iblis 1   : Pernah juga, tetapi mereka makin dipukul, iman mereka makin kuat sehingga, mereka bersaksi dan banyak orang menjadi orang Kristen,
Iblis 3   : Bagaimana mereka ditahan saja di penjara.
Iblis 1   : Sudahlah. Mereka bersaksi di dalam penjara sehingga penjahatpun menjadi orang Kristen.
Iblis 2   : Aku punya gagasan?
Iblis 1   : Gagasan apa, si Pandaiblis ?
Iblis 2   : Biarlah mereka percaya tapi kita mengoda supaya mereka berbuat dosa.
Iblis 6   : Boleh aku menyusul?
Iblis 1   : Silahkan.
 Iblis 6 : Biar mereka, berdoa, dan mengasihi ?
Iblis-Iblis : Kalau begitu, matilah kita.
Iblis 6   : Tetapi jangan lupa berbisik kepada mereka ‘tetapi  mulai besok saja, dong!’
Iblis-Iblis : Berbisik ‘tetapi besok saja’?  Begitu sederhana?
Iblis 1   : Hebat kali! Kalau begitu, mereka tidak begitu mencurigai kita, akan santai-santai sehingga makin malas. Keputusannya ditunda terus dan mereka jatuh ke dalam tangan kita.
Iblis-Iblis :  Baik! Gagasan terbaik!
Iblis 1   : Hei manusia! Hei Orang Kristen!
Iblis 2   : Percayalah Yesus!
Iblis 3   : Yakinlah keselamatan !
Iblis 4   : Berdoalah !
Iblis 5   : Beritakanlah Injil!
Iblis-Iblis : (Serempak) Tetapi jangan sekarang, mulailah Besok!!! Hahahahaha….
Suara 1          : Percayalah Tuhan Yesus, masuklah ke Sorga!
Suara 2          : Aku mau percaya tetapi hari ini aku berkencan, mungkin besok…
          (Iblis-iblis tertawa dengan lembut)
Suara 3          : Ayo, Samuel, bangun, pergi ke Sekolah Minggu, Iwaan.
Suara 4          : Ya….  .….     aku capek, biar aku tidur 1 jam lagi.
Suara 3          : Satu jam? Pasti kamu terlambat!
Suara 4          : Minggu depan aja! (Iblis-iblis tertawa dengan suara kencang)
Suara 5          : Saudara-saudara yang kekasih, mari kita menyambut Yesus sebagai     
              Juruselamat dan Tuhan segala Tuhan. 
Suara 6          : Mesti Hari ini? Capek kali, besok aja!(Suara Iblis yang tertawa makin kencang)
Suara Hamba Tuhan : (Iblis-iblis nya mulai menjerit) “Sadarlah dan berjaga-jagalah Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengagum-agum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh….” (I Pet 5 :8,9)  

(Iblis-iblisnya menjerit makin kuat) “Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya… (Wahyu 20 :9-10)

- tamat -

Si Kaya Yang Berhutang

Pemeran  : R- Raja
               P- Panglima
               K- Orang Kaya
               I- Iwan  

Babak I(Istana)
Raja   : Syaloom…! Saya adalah raja yang percaya kepada Tuhan Allah, karena Dia mengampuni dosa saya. Apakah kalian percaya kepada Tuhan juga? Baik! Kalian adalah rakyat yang baik. Panglima….!
P    : Ya..Tuanku raja. Mengapa tuanku memanggil saya?
R    : Mengapa suaramu seperti suara bencong ?
P    : Ya Rajaku, karena aku menghormati engkau yang penuh kasih, penuh khikmat dan murah hati kepada semua rakyat.
R    : Sudahlah ….Bukan karena pa-apa, tapi saya percaya Tuhan Allah yng memberikan hikmat kepadaku. Sudahlah tidak usah basa-basi .
P    : Ternyata itu rahasianya, tapi siapakah Tuhan itu?
R    : Apa kamu belum mengenal Tuhan Yesus? Adik-adik apa kalian sudah mengeanal Tuhan Yesus?
P    : Maaf Rajaku, apakah yang harus aku lakukan sekarang?
R    : Omong-omong  apakah engkau suddah memanggil sikaya itu?
P    : Ya…dia sudah menunggu di luar tuanku raja!
R    : Panggilkan dia….
P    : (keluar) Raja menyuruhmu masuk!
R    : Aadik-adik… ! Si kaya ini berhutang sebanyak 100 juta kepadaku, tetapi sudah sepuluh tahun ia belum mengembalikannya juga.  Hari ini saya harus memintanya
K    : Hormat tuanku Raja (sujud menyembah) Engkaulah raja yang paling saya hormati. Apakah tuanku raja baik-baik saja?
R    : Kurang baik,….. karena kamu meminjam uangku 10 tahun yang lalu, tetapi sampai sekarang kamu belum mengembalikannya bukan……?
K    : Ya….Rajaku yang terhormat!
R    : Apakah kamu tahu berapa banyak hutangmu kepadaku?
K    : 100 Juta tuanku raja.
R    : Hari ini adalah hari yang terakhir menurut perjanjianmu bukan……?
K    : Ya….Tuanku raja.
R    : Sudah bawa uangnya?
K    : Saya tidak membawa uang itu tuan…
R    : Tidak………?
K    : Maaf 1000 kali maaf tuanku raja. Se---benarnya  saya sudah mengumpulkan uang itu, tapi……..
R    : Tapi apa…..
K    : Tapi saya sudah memakai uang itu untuk orang miskin.
R    : Untuk orang miskin…? Hatimu baik, tapi kamu harus lunasi hutangmu sekarang juga kepadaku!
K    : Rajaku…. satu rupiahpun uang itu ssudah tidak ada.
R    : Kamu janji untuk memakai uang itu untuk berdangang, bukan……?
K    : Gara-gara salah satu pedagang itu, dia murah hati dan penuh kasih terhadap karyawan. Waktu hujan, waktu panas, karyawan tak kerja, tapi upahnya tetap dikasih. Waktu malas dan sakit upahnya pun tetap diberikan, dan juga selalu memberikan makanan yang enak-enak.
R    : Siapakah pedagang itu?
K    : Itulah aku (menunjuk diri)
R    : Aduh pusing………(memegnag kepala)
K    : Waduh…Rajaku pingsan.
R    : Hei…Pemalas, Pulang ……!
K    : Pulang…..?  Terimakasih rajaku(membungkukan badan) Selamat tinggal
         (melambaikan tangan)
R    : Hei….orang kaya mau kemana?
K    : Ya, Tuanku raja……! Saya mau pulang .
R    : Pulanglah ke rumahmu dan bawa semua hartamu kesini!
K    : Semua hartaku……? Saya sudah tidak punya haarta lagi tuan….
R    : Tak ada barang?
K    : Tentu ada Barang.
R    : Apa itu?
K    : Di rumahku ada istri, putra-putri, itulah hartaku
R    : Kalau begitu juallah istri dan anak-anakmu, dan kembalikan hutangmu kepadaku.
K    : Tolonglah tuanku raja jangan bergurau.
R    : Saya bergurau kepadamu? Kamu;ah yang main-main samaku, kamu perlu dihajar, dipukuli, dan dimasukkan ke dalam penjara
K    : Jangan rajaku, saya tidak bisa hidup tanpa keluargaku, ampunilah aku ini sekali lagi, sabarlah tuanku raja. ( menyembah sampai ke tanah )

R    : Tak bisa ! Masukkanlah si Kaya ini ke dalam penjara sampai ia lunasi seluruh hutangnya.

P    : Baik Tuanku raja.
K    : Ampunilah saya, saya tidak bisa melunasi uang itu walaupun saya kerja keras sepanjang umur hidup saya. Kalau saya masuk penjara uuuhhh…uhh…uuuhhhh (berlutut & menangis) siapa yang akan memelihara orang tuaku dan keluargaku, ampunilah saya (bersujud memeluk kaki raja)
R    : Sudahlah saya mengampuni kesalahanmu seperti Tuhan mengampuni dosaku. Pulanglah dengan damai sejahtera dan hiduplah dengan murah hati.
K    : Terima kasih Rajaku. Saya akan hidup dengan penuh kasih seperti engkau . Tuhan memberkatimu.
R    : Kalau begitu saya akan menghapuskan seluruh hutang-hutangmu
K    : Lunas semua?(menatap raja) Satu rupiahpun raja tidak menagihnya lagi ?
R    : Ya tentu karena aku berbelas kasihan kepadamu.
K    : Wah rajaku! Terima kasih. (berdiri dan salam raja) Engkau betul-betul raja yang hebat dan penuh kasih. Terimakasih…..terimakasih(sambil tunduk tunduk keluar dari panggung)


BABAK II(Kampung)

Narator         : Akhirnya oleh belas kasihan raja, si kaya tersebut bebas dari segala hutangnya. Ia sangat senang dan sangat bahagia. Sekarang marilah kita melihat apa yang dilakukan si kaya itu ketika ia bertemu dengan orang yang berhutang kepadanya.
K    : Bebas…(mengangkat kedua tangan dengan sukacita, jalan tanpa melihat)  sudah 10 tahun saya merasa menjadi budak gara-gara hutang itu, tapi sekarang saya sudah dibebaskan . (saling tabrakan) Aduuh….pantatku sakit….Siapa yang menabraku? Hei ternyata kau….
I      : Aduuh….Oh…..Apa kabar tuan?
K    : Kamu tanya, kenapa kamu sudah lup ya….hutangmu 100 ribu rupiah kepadaku, setiap 3 bulan bungannya 100%. Jadi kamu berhutang 500 ribu rupiah kepadaku.
I      : Kapan kita membuat janji mengenai bunga itu tuan….?
K    :Itu khannn…biasa, Ayo kembalikan!
I      : Saya belum siap tuan…
K    : Apa katamu…belum siap..? Hari ini hari perjanjian pas 1 tahun, kamu harus melunasi hutangmu. Ayo….cepat…!
I      : Tuan…! Saya sudah lama sakit, tadi pagi saya baru bangun. Saya mulai kerja hari ini,….. berikanlah saya waktu beberapa hari lagi.
K    : Tidak…! Satu haripun tidak bisa ditunda.
I      : Tuan…..! Saya memohon ,
K    : (Memukul) Tidak kamu perlu dihajar…Hiaaat…hiaaat…
I      : Aduuuh …..sakit….tolong….tolong….adik-adik tolonglah aku…
K    : Pencuri…penipu….harus dihukumsaya masukkan kamu ke dalam penjara. Ayo…..(Menarik baju si Ita)
I      : Tuaann …ampunilah saya…..
K    : Ampun? Tidak ada ampun bagimu. Ayo masuk penjara…!Huuuh… (menyepak dengan kaki & Ita keluar dari panggung) Wah..! Enak sekali memukul ortang itu Aduh…! Bunyi apa di dalam perutku. Gara-gara si gadis itu perutku jadi keroncongan. Sayang, masih adakah ayam panggang?
       (Musik hari ini harinya Tuhan)

Babak III(Istana)
Narator : Rajapun mendengar tentang perbuatan si kaya itu, dan membuat raja
            sangat  marah terhadap dia. (raja jalan ke kiri dan ke kanan)

R    : Panglima….Panglima….
P    : Ya….Rajaku..
R    : Apakah si kaya yang jahat itu sudah kau tangkap?
P    : Ya…tuanku Raja saya sudah menangkapnya.
R    : Bawalah dia kemari
P    :Ya rajaku…! (Keluar dan membawa si kaya) Ayo..! Masuk..!
R    : Adik-adik…Apakah betul si kaya ini memukul gadis yang berhutang itu ?
K    : (Masuk dengan ketakutan) Apa kabar Rajaku…..
R    : Berapa banyak hutangmu kepadaku …?
K    : Satu rupiahpun tak perlu lagi saya bayar. Tuanku raja yang mengatakanya…., mengaapa tuanku raja bertanya lagi…?
R    : Betul… tapi apakah kamu setia pada perjanjianmu? Apakah kamu menunjukkan muarah hati kepada orang lain..? Mana janjimu?
K    : Kehidupan saya lumayan Tuan……
R    : Apakah kamu mengampuni kesalahan orang lain…., menghapuskan utang si Ita..?
K    : Tidak…, tapi si Ita itu perlu dihajar..
R    : Tidak mengampuni…, tapi apa….
K    : Saya memukul dia karena saya marah
R    : Apa katamu ….? Memukul…?
K    : Ya… tapi sedikit saja.
R    : Sedikit….mengapa kau masukkan dia ke penjara..?
K    : Karena dia tidak mengembalikan uangku….,padalah dia punya uang. Betul kan Adik-adik…(Tidak) Wah…kamu juga sam seperti si Ita, saya ludahi kamu semua …ciuuh…
R    : Diam…..diam….kamu masih jahat di hadapanku….Panglim…..! Tangkap dia dan masukkan dia ke penjara. Lepaskan si Ita dari penjara sekarang juga…!
P    : Ya…tuanku raja…
R    : Dengarlah haai orang kaya, kamu sudah di bebaskan dari hutang 100 juta, tapi kamu tidak mengampuni yang berhutang 100 ribupun….
K    : Aduh…..Tuanku raja….ampunilah saya sekali lagi….
R    : Adik-adik….Apakah kalian setuju si jahat ini harus masuk ke dalam penjara..?
K    : Rajaku..(Menyembah)Janganlah percaya kepada adik-adik itu, mereka membenci saya dan mereka bohong….
R    : Bohong…? Apakah betul…?Kamu masih menyalahkan orang lain dan belum bertobat juga ya…., kamu harus dihukum…Panglima…!Masukkanlah dia ke dalam penjara dan pukullah dia seratus kali setiap  hari sampai ia menemui ajalnya….
P    : Ya…Rajaku…Ayo….
K    : Aduh….matilah aku, ampunilah aku….(keluar bersama panglima dari panggung)
R   : Adik-adik..! Apakah kalian pernah mengampuni kesalahan orang lain? Baiklah…! Ingatlah…! Tuhan Yesus juga telah berfirman bahwa kamu harus mengampuni kesalahan orang lain yang bersalah kepada kamu sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali. Apakah kalian sudah siap untuk mengampuni seperti itu….? Tuhan Memberkati!   

-Tamat-

Si Buta Bartimeus

Pelaku     :  Bartimeus, Anak, Tante, Penonton, Yesus
Peralatan  :  Pakaian pengemis, Tongkat, Tali
Sumber    : Markus 10 : 46 - 52
Waktu     : 20 menit

Babak I

Prolog : Shalom dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Kami dari Pelayanan Kasih Karunia mengucapkan selamat datang kepada adik-adik yang tercinta. Kami akan mempetunjukan sebuah drama boneka yang berjudul Si Buta Bartimeus, tertulis dalam Markus 10:46-52. Selamat menyaksikan, Tuhan memberkati.
(Latar belakang tempatnya : Di pinggiran sebuah perkampungan)


Anak               : (Muncul dari sebelah kiri)  Ah, bosan sekali !!! Saya akan mencari sesuatu yang menarik. Wah, itu si buta Bartimeus sudah datang, dia selalu mengemis. Ini kesempatan yang bagus. Saya akan mempermainkanya. Akan ku pasang tali sekarang di depannya, supaya ia terjatuh.  Sembunyi ah.., aku mengintip bagaimana ia jatuh, hi..hi...hi
Bartimeus      : (Muncul dari sebelah kanan dengan memakai tongkat) Rasanya aku sudah  sampai di  rumah si kaya yang baik itu, mungkin aku harus berjalan sedikit lagi! Aduh! (terjatuh)  Rasanya lututku sakit sekali, siapa yang memasang tali disini?
Anak  :  (Tiba-tiba muncul dengan tertawa dan mengejek) Horee, horee, ha, ha, ha! Si buta  sudah jatuh badannya kotor, lucu sekali! Saya akan meludahimu! Tueh, tueh, tueh! Rasakan, enak kan?
Bartimeus      : Aduh, bau sekali!  Hei, anak kecil! Jangan main-main, ya! Itu jahat.
Anak  : Tidak apa-apa, saya senang kok jadi orang jahat. Hei! teman-teman kalau jumpa  pengemis lakukanlah seperti yang kubuat tadi, setujuuu ? Kalau kamu tidak mau saya akan ludahi kamu, tueh..tueh..tueh, sok alim! Hei pengemis yang buta, saya ada di sini tangkaplah saya!
Bartimeus      : Jangan mengejek saya. Kamu kesenangan saya yang kesakitan.
Anak              : (Dengan sembunyi mendekati Bartimeus dan memukulnya) Iaaa....t!
Bartimeus      : Aduh! Kepalaku sakit. Tolong jangan pukuli saya!
Anak  : Ayo! Balaslah aku ada di dekatmu.  Rasakanlan pukulanku lagi! Iayat, iayat, iyat!
Bartimeus : Aduh... sakit!
Anak              : Ah, di situ ada orang tua yang sedang menuju kesini, lebih baik saya lari dari sini.
Bartimeus : Alangkah indahnya kalau saya dapat melihat. Oh, Tuhan tolonglah supaya saya boleh melihat dunia ini! Oh, aku hampir lupa!  Saya harus melepaskan tali ini agar orang lain  tidak jatuh. (Dia meraba-raba mencari talinya dan melepaskan)
Ibu       : (muncul dari sebelah kiri) Siapakah kamu? Mengapa kamu nampaknya begitu lusuh?
Bartimeus : Saya adalah Bartimeus. Saya jatuh karena seorang anak memasang tali untuk menghadang saya.
Ibu       : Wah, nakal sekali anak itu, anak nakal harus dihukum. Bapak harus lihat baik-baik saat berjalan melewati jalan ini.
Bartimeus : Ya..., memang, tapi saya seorang yang buta, yang tidak bisa melihat apa-apa.
Ibu      : Oh...maaf, saya tidak tahu! Kasihan sekali.
Bartimeus      : Kenapa Ibu berkata kasihan?
Ibu       : Karena Bapak tidak pernah dapat melihat Tuhan yang dapat menyembuhkan orang buta, tuli, lumpuh dsb.
Bartimeus : Apa, buta bisa disembuhkan? Betulkah itu?
 Siapakah Tuhan itu, dimanakah Tuhan itu?
Ibu       : Tuhan itu adalah Yesus, katanya Dia adalah Anak Allah.
Bartimeus      : Oh..... Yesus? Saya pernah mendengarnya, tapi saya tidak tahu dimana Tuhan itu  berada. Saya sangat ingin berjumpa denganNya
Ibu       : Katanya Tuhan Yesus sekarang ada di kota Yerikho.
Bartimeus: Yerikho? Tidak jauh dari sini bukan? Betulkah Dia ada di kota                      Yerikho?
Ibu       : Ya, betu! Lebih baik Bapak berangkat sekarang juga sebelum Tuhan Yesus meninggalkan kota Yerikho.
Bartimeus      : Terimakasih Bu! Terimakasih banyak.
Ibu       : Tetapi, meskipun Bapak pergi ke sana kemungkinan sulit untuk bertemu               dengan Tuhan Yesus karena banyak orang.
Bartimeus : Saya tidak perduli! Saya harus bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus apapun yang  terjadi. Terima kasih Bu! Ibu telah memberikan informasi yang sangat penting bagi saya.
Ibu       : ( cec..cec..cec ) Kasihan sekali! Dia mau jumpa dengan Tuhan Yesus padahal dia tidak  bisa melihat. Mudah-mudahan dia dapat bertemu dengan Tuhan Yesus.


Babak II

Prolog   : Si Buta Bartimeus yang tidak bisa melihat, telah berangakat ke kota Yerikho untuk bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus.  Apakah dia dapat bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus di tengah-tengah banyaknya orang  yang datang berbondong-bondong.

(Dilatarbelakangi oleh benteng kota Yerikho)

Bartimeus      : (Muncul dari sebelah kanan) Oooi, ooi,ooi, apakah ada orang disini? Kenapa begitu sunyi? Saya mau jumpa Yesus. Ooi,...ooi,....ooi...., apakah ada orang disini?
Penonton : (Muncul dari sebelah kiri) Tidak ada orang disini, ada apa?
Bartimeus : Saya mencari Tuhan Yesus Kristus. Beritahukanlah padaku dimana    saya dapat bertemu denganNya.
Penonton  : Bapak orang buta. Bagaimana mungkin dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus?
Bartimeus : Tuan saya ingin berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus, katanya Dia adalah anak Allah.
Penonton : Astaga ..! Begitu banyak orang berkumpul di sana. Orang yang kuat saja sulit bertemu  dengan Tuhan Yesus Kristus apalagi Bapak seorang yang buta, bagaimana mungkin?
Bartimeus : Tuan! Tolonglah beritahukan padaku. Saya sudah capek berjalan untuk datang kesini.
Penonton : Mungkin Tuhan Yesus tidak mau berjumpa dengan orang sepertimu . Lebih baik bapak pulang saja ke rumahmu (meninggalkan panggung)
Bartimeus : Waduuh, dia sudah pergi. Bagaimana saya dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus?
Rakyat    : (Hanya suara yang terdengar) Tuhan Yesus akan melewati tempat ini .Ayo, sedikan jalan bagiNya. Minggir..!minggir..!
Bartimeus : (Sambil terkejut) Apa....? Tuhan Yesus sedang lewat dari sini? Lebih baik saya berteriak memanggil Dia. Tuhan Yesus anak Daud, kasihanilah saya! kasihanilah saya!         Tuhan Yesus anak Daud, kasihanilah saya!
Penonton : (Hanya suara yang terdengar) Hai pengemis yang buta! Diamlah, berhentilah berteriak.
Bartimeus : Tuhan Yesus,.....anak Daud,kasihanilah saya.Kasihanilah saya!
Penonton : (Hanya suara) Wah! Si buta ini memang kurang ajar. Dia harus dihajar.
Bartimeus : Tuhan Yesus tolonglah saya, tolonglah saya!
Yesus              : Siapa yang memanggil saya? (sambil muncul di sebelah kiri).
Bartimeus : (Lari mendekati Tuhan Yesus)
 Yesus             : Akulah Yesus. Kenapa kamu memanggilKu?
Bartimeus : Oh! Tuhan Yesus. Saya datang kesini untuk berjumpa dengan Tuhan.
Yesus              : Apa yang kamu kehendaki aku perbuat untukmu?
Bartimeus : Saya mau melihat.
Yesus              : Saya sudah tahu hatimu. Pulanglah, imanmu telah menyelamatkan engkau!
Bartimeus : (Terkejut) Tuhan Jesus! Saya merasa ada sesuatu yang tekelupas dari mataku. Oh...!  Sesuatu mulai terlihat. Tuhan Yesus, saya sudah melihat, saya sudah melihat! Oh, Puji Tuhan. Haleluya! Saya dapat melihat langit, wah ... teryata indah sekali! Tuhan Yesus, terimakasih...!
Yesus              : Bartimeus! Sungguh kuat imanmu. Pulanglah, dan bersaksilah tentang apa yang kamu alami, serta beritakanlah kerajaan Allah.

Bartimeus : Ya. Tuhan Yesus, saya akan bersaksi bahwa saya dulu buta, tapi sekarang saya melihat. Saya akan membritakan tentang Tuhan Yesus Kristus Anak Allah kepada dunia!  Adik-adik Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus . Terimalah Yesus sebagai Juruselamat supaya kamu juga bisa melihat Tuhan Yesus Kristus daan mengikuti Yesus sampai kita masuk Surga.

– Tamat -